Kamis, 04 September 2014

Cara Menghafal Unsur nonlogam dan unsur diatomik


Kimia memang unik. Ada yang bilang kimia itu mudah, namun tak sedikit yang mengatakan bahwa kimia itu sulit. Nah, sebenarnya apa sih yang membuat kimia sulit ? Mungkin yang membuat sulit karena kimia itu harus menghafal plus juga harus menghitung, sama seperti fisika. Sehingga saya pernah bertanya kepada para siswa satu kelas, bahwa fisika dan kimia adalah dua mata pelajaran yang paling sulit. Lebih sulit daripada matematika. Hal ini mungkin karena matematika tidak perlu terlalu banyak menghafal, tinggal dimasukkan ke dalam rumus, dan tring.., soal pun langsung selesai.
Nah, berbicara tentang menghafal, kali ini kakak akan menjelaskan cara menghafal unsur-unsur kimia, yaitu unsur-unsur diatomik. Mungkin ini terkesan sepele, namun sepanjang pengalaman kakak mengajar, ternyata banyak siswa yang belum hafal unsur-unsur diatomik ini. Padahal mengetahui unsur-unsur mana saja yang berbentuk diatomik dan mana yang tidak, sangatlah penting terutama untuk materi stoikiometri di kelas X dan materi termokimia di kelas XI.
Terus, bagaimana sih cara menghafalnya ?
Langsung saja, unsur-unsur diatomik tidaklah banyak. Sebagian besarnya ada di golongan VII, sisanya ada di periode 2 dan 1 buah di periode 1. Unsur-unsur diatomik adalah :
O2, N2, H2, F2, Cl2, Br2, dan I2.
Unsur-unsur di atas, dirangkai menjadi :
Ongkos Naik Haji Fia Celengan BrI
Keterangan : Fia = Via

Jika kita lihat lebih jauh, ternyata unsur-unsur diatomik semuanya bersifat nonlogam. Lima unsur berwujud gas, 1 berwujud cair (Bromin), dan 1 lagi berwujud padat (Iodin). Namun, tidak semua nonlogam berwujud diatomik. Ada yang berbentuk monoatomik (satu atom) yaitu karbon (walaupun tidak “monoatomik tulen” juga sih, tapi membentuk struktur jaringan molekul raksasa), ada juga yang berbentuk poliatomik, yaitu fosfor dan belerang (berturut-turut P4 dan S8).
Nah, jika unsur-unsur nonlogam di atas digabungkan, maka akan kita dapatkan rangkaian jembatan keledai :
CPNS Ongkos Hajinya Fia Celengan BrI
Mengapa kita harus menghafalkan unsur-unsur nonlogam ?
Pengetahuan kita tentang mana unsur logam dan nonlogam sangatlah penting terutama untuk materi ikatan kimia. Dimana kita ketahui, sifat ikatan (ionik atau kovalen) sangat ditentukan oleh siapa berpasangan dengan siapa. Jika logam berpasangan dengan nonlogam, maka ikatannya ionik, jika nonlogam berpasangan dengan nonlogam, maka ikatannya kovalen. Jika kita salah dalam menentukan mana logam dan mana nonlogam, maka akan sulit bagi kita untuk menentukan mana ionik dan mana yang kovalen.
Lalu mengapa harus nonlogam ?
Karena unsur-unsur nonlogam jenisnya sedikit, hanya yang disebutkan di atas plus gas mulia (gol. VIII). Sisa unsur yang sedemikian banyak adalah logam kecuali beberapa unsur yaitu B, Si, As (dan tiga unsur lain yang tidak banyak dibahas di tingkat SMA yaitu Ge, Sb, dan Te) yang bersifat metaloid (semi logam).
Nah, mudah khan menghafal unsur nonlogam dan menghafal unsur-unsur diatomik ?.
Semoga belajar kimia menjadi lebih menyenangkan. Selamat Belajar

@IF'38

1 komentar: