Kamis, 11 September 2014

Ikatan Kimia (bag. 1) : Cara membuat ikatan ionik

Ikatan kimia merupakan ikatan yang terjadi antar atom unsur-unsur di alam. Ikatan inilah yang bertanggung jawab pada terbentuknya berjuta macam molekul dan senyawa. Ikatan kimia mampu mengukuhkan unsur-unsur untuk tetap dalam keadaan bersenyawa dengan unsur lain. Senyawa kimia adalah konsekwensi dari adanya ikatan kimia.

Berikut ini konfigurasi elektron dari unsur-unsur gas mulia

Helium
: 2
Neon
: 2 . 8
Argon
: 2 . 8 . 8
Kripton
: 2 . 8 . 18 . 8
Xenon
: 2 . 8 . 18 . 18 . 8
Radon
: 2 . 8 . 18 . 32 . 18 . 8
Nah, karena tidak semua unsur memiliki 8 buah elektron valensi, maka unsur-unsur tersebut berusaha mencari kekurangan elektron atau melepaskan kelebihan elektronnya agar mencapai konfigurasi elektron seperti gas mulia. Lewis berprinsip bahwa, atom membentuk ikatan dengan melepas, atau menarik, atau berbagi sejumlah elektron untuk mencapai struktur elektron terluar dari gas mulia terdekat. Konsepnya, atom cenderung untuk mengambil jalan tersingkat untuk menempuh konfigurasi gas mulia.

Artinya : Atom Hidrogen dan Litium cenderung menginginkan elektron terluarnya berjumlah 2 buah (mirip dengan atom helium). Sementara atom unsur-unsur lain ingin agar konfigurasi elektron terluarnya berjumlah 8 buah (mirip dengan gas mulia yang lain).

Ikatan kimia yang dibentuk dapat berupa ikatan ionik, dan dapat berupa ikatan kovalen. Selain kedua ikatan ini, ada juga ikatan logam yang tidak membentuk senyawa, namun ikatan ini mempertahankan atom-atom logam agar tidak bercerai-berai.
1. Ikatan Ionik
Bagaimana proses terbentuknya ikatan ionik ? ikatan ionik terjadi karena serah terima elektron antara satu unsur dengan unsur yang lain. Ikatan ionik terjadi antara dua jenis atom yang memiliki perbedaan keelektronegatifan yang sangat besar, atom yang satu melepaskan elektron, sedangkan yang lainnya menarik elektron. Sehingga, ikatan ionik hampir semuanya merupakan persenyawaan logam dengan nonlogam.
Secara umum, unsur-unsur yang jumlah elektron valensinya 1, 2, atau 3 buah, cenderung melepaskan elektron, sementara unsur-unsur yang jumlah elektron valensinya 4, 5, 6, atau 7 buah, cenderung menarik elektron.
Catatan :

Meskipun Hidrogen (1H) memiliki 1 buah elektron valensi, dan boron (5B) memiliki 3 buah elektron valensi, mereka cenderung menarik elektron

Senyawa yang terbentuk dari ikatan ionik disebut senyawa ionik atau garam. Dalam senyawa ionik pasti selalu ada kation (ion positif) dan anion (ion negatif).
Berikut ini tahap-tahap pembentukan senyawa ionik (kita pakai contoh natrium (11Na) dengan klorin (17Cl) membentuk natrium klorida) :
  • Konfigurasi elektron Natrium = 2 . 8 . 1 ; jumlah elektron valensi = 1 buah. Konfigurasi elektron Klorin = 2 . 8 . 7 ; jumlah elektron valensi = 7 buah. Agar stabil, Natrium melepaskan 1 elektron supaya memiliki konfigurasi elektron dari gas mulia terdekat yaitu neon (2 . 8), sedangkan klorin menarik 1 elektron supaya memiliki konfigurasi elektron dari gas mulia terdekat yaitu argon (2 . 8 . 8).
  • Karena melepaskan 1 buah elektron, maka natrium berubah menjadi ion positif (Na+), sementara klorin, karena menerima 1 buah elektron, maka dia berubah menjadi ion negatif (Cl-).
  • Karena adanya dua ion yang berbeda muatan (positif dan negatif), maka terjadilah gaya tarik menarik yang menyebabkan keduanya bersatu dan saling terikat. Gaya tarik ini dinamakan gaya elektrostatik. Gaya tersebut sangatlah kuat, sehingga ikatannya sulit diputuskan kecuali dengan memberikan suhu yang sangat tinggi.

Ada setidaknya tiga aturan penting dalam penulisan rumus kimia dalam senyawa ionik, yaitu:

  • Ion positif ditulis terlebih dahulu dalam penulisan rumus kimia (Ini bukanlah keharusan, namun hanya aturan untuk memudahkan)
  • Subscript pada rumus kimia harus menghasilkan rumus kimia yang secara listrik netral. (Ini keharusan)
  • Subscript harus dalam keadaan perbandingan terkecil.

Contoh Soal :

Tentukan senyawa yang akan terbentuk dari reaksi antara unsur-unsur di bawah ini :

  1. 19K dengan 16S
  2. Ca (gol. IIA) dengan N (gol. VA)
Jawab :
Langkahnya adalah menentukan elektron valensi untuk mengetahui jumlah elektron yang dibutuhkan atau dilepaskan. Kemudian “mengawinkan” ion positif dengan ion negatif supaya menghasilkan senyawa yang netral (tidak bermuatan). (Ket : arah tanda panah keluar menunjukkan elektron dilepaskan, arah tanda panah ke dalam menunjukkan elektron diterima atau ditarik).

1. Kita buat konfigurasi elektron masing-masing unsur untuk menentukan jumlah elektron valensinya sehingga dapat diketahui jumlah elektron yang dilepaskan dan yang dibutuhkan 

Supaya terbentuk senyawa netral, maka untuk sebuah atom S, harus ada 2 buah atom K. Jadi, rumus kimia senyawanya adalah :

2 K 1+ + S2- = K2S

2. Seperti biasa, kita tentukan elektron valensinya, kemudian kita hitung berapa elektron yang dilepaskan atau dibutuhkan

Supaya terbentuk senyawa netral, maka kita lakukan perkalian silang, sehingga :

Nah, itulah beberapa cara untuk membuat ikatan ionik. Cara manapun yang dipakai, hasilnya akan sama. Masing-masing cara di atas memiliki keunggulan dan kekurangan. Satu-satunya cara yang paling efektif dan paling jitu adalah dengan banyak berlatih dan belajar. Semakin sering kita berlatih, semakin mahir kita dalam membuat ikatan kimia. 
Semoga yang sedikit ini bisa membantu sobat chem sekalian untuk lebih mudah memahami ikatan kimia Jika mau lebih lengkap dan lebih jelas, silahkan download bukunya di sini.
Pada edisi selanjutnya, insya allah kita akan membahas tentang cara membuat ikatan kovalen dan cara membedakan ikatan kovalen dengan ikatan ionik.
Semoga bermanfaat

@IF'38

7 komentar: