Penentuan Hasil reaksi Elektrolisis

Elektrolisis adalah reaksi penguraian senyawa kimia menggunakan bantuan arus listrik. Biasanya, senyawa kimia yang diuraikan menggunakan proses elektrolisis adalah senyawa garam dari unsur-unsur yang sangat reaktif. Mengapa harus garam ? Karena lelehan atau larutan garam dapat menghantarkan listrik.

Cara menyetarakan persamaan reaksi redoks 3 variabel

Persamaan reaksi redoks 3 variabel adalah persamaan redoks dimana spesi yang berubah biloksnya ada 3 buah. Karena reaksi redoks hanya melibatkan reduksi dan oksidasi, maka spesi ketiga haruslah berupa salah satu dari dua reaksi di atas (reduksi atau oksidasi).

Cara Mengkonversi besaran konsentrasi (molaritas, molalitas, fraksi mol, dan persen massa)

Sobat chem, terkadang kalian disuruh untuk mengubah konsentrasi suatu larutan dari besaran tertentu menjadi besaran yang lain. Berikut ini beberapa contoh diantaranya :

Cara Membedakan Ikatan Ionik dengan Ikatan Kovalen

Sobat chem, pada edisi sebelumnya, kita sudah membahas cara membuat ikatan ionik dan ikatan kovalen serta cara-cara pembentukannya. Sangat mudah membuat dan membedakannya manakala kita diberikan nomor atom dari unsur-unsur yang berikatan.

Ikatan Kimia (bag. 2) : Cara membuat Ikatan Kovalen

2. Ikatan Kovalen Setelah sebelumnya kita membahas ikatan ionik, sekarang kita akan membahas tentang ikatan kovalen.

Cara Menyetarakan Persamaan Reaksi Redoks (bag. 2)

Setelah kita pada edisi sebelumnya menyetarakan persamaan reaksi redoks menggunakan metode PBO (Perubahan Bilangan Oksidasi), maka kali ini kita akan mencoba membahas penyetaraan reaksi redoks metode ion-elektron (setengah reaksi).

Jenis-Jenis Isomer Pada Senyawa Hidrokarbon

Isomeri terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu isomeri struktur dan isomeri ruang. Isomeri struktur terbagi lagi menjadi isomeri rangka, isomeri posisi, dan isomeri fungsional.

Tampilkan postingan dengan label info kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info kimia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 September 2014

Mengapa Arsenik Beracun ?


Pada tanggal 7 September 2004, seorang pejuang HAM, Munir said Thalib meninggal dunia dalam perjalanannya menuju Amsterdam Negeri Belanda. Kematian yang tiba-tiba ini menimbulkan tanda tanya besar bagi masyarakat Indonesia. Usut punya usut, ternyata Munir diracun menggunakan racun Arsenik. Sampai sekarang, dalang dari aksi pembunuhan tersebut masih bebas berkeliaran di Indonesia. Sepuluh tahun setelah kematiannya, para aktivis HAM mendesak pemerintah untuk kembali membuka kasus Munir dan menggulung para pelakunya ke penjara. 
Kita tidak akan panjang lebar membahas peristiwa di atas, karena itu bukan ranah kita. Yang akan kita bahas adalah mengapa arsenik bisa menjadi racun yang sangat mematikan.
Arsenik adalah unsur dengan nomor atom 33 dalam tabel periodik. Simbol arsenik adalah As dengan massa atom relatif 75.

Arsenik merupakan salah satu racun tertua yang pernah dikenal manusia. Sudah diketahui bersama bahwa menurut sebagian orang, Napoleon raja Perancis meninggal karena keracunan arsenik yang datang dari pewarna hijau yang terdapat pada wallpaper kamarnya. Perlu diperhatikan, bahwa bahkan sejumlah kecil arsenik pun dapat menimbulkan kematian, atau setidaknya sakit yang menahun dan tidak menyenangkan.

Sifat racun dari arsenik (As) terdapat pada kemampuannya untuk menangkap dan melepaskan elektron. Sebagaimana diketahui, sistem syaraf manusia “diperintah” oleh otak dan diatur oleh siklus penerima elektron yang melepaskan dan menangkap elektron. Nah, karena kemampuan arsenik dalam melepaskan dan menangkap elektron, maka elektron yang dilepaskan atau ditangkap oleh arsenik ini, menyebabkan terganggunya aliran elektron normal di atas. Akibat dari kacaunya aliran elektron ini, maka fungsi syaraf sebagai “pengatur” menjadi terganggu. Jika sistem syaraf gagal, maka paru-paru tidak lagi “diperintah” untuk bekerja, jantung tidak “diminta” untuk berdetak, dan lain sebagainya. Akibatnya, kematian akan segera terjadi dalam waktu cepat.

Yang lebih parah lagi, Arsenik termasuk ke dalam golongan VA segolongan dengan Nitrogen (N) dan Fosfor (P). Kedua unsur ini merupakan unsur-unsur yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Nitrogen terdapat pada protein, sedangkan fosfor terdapat pada ATP (penghasil energi). Sebagaimana kita ketahui, unsur-unsur yang segolongan memiliki sifat yang mirip, dan arsenik memiliki sifat yang mirip dengan nitrogen dan fosfor. Dengan kemiripan sifat ini, maka ketika arsenik masuk ke dalam tubuh, sistem pertahanan tubuh tidak menyadari keberadaannya karena arsenik bisa dengan mudah menggantikan posisi nitrogen maupun fosfor dalam jaringan tubuh.

Jadi, mengapa arsenik bersifat toksik adalah karena dia telah “membodohi” tubuh sehingga tubuh tidak berfikir bahwa arsenik adalah racun.

Sumber : Physical Chemistry, Understanding Our Chemical World

@IF'38

Jumat, 05 September 2014

Manfaat mempelajari ilmu kimia (2) : Rokok dan Pemanasan Global


Sebagaimana sudah diuraikan di bab sebelumnya, organisme hidup termasuk manusia, merupakan “mesin pengoksidasi karbon”. Hal ini karena makhluk hidup senantiasa membakar senyawa karbon (seperti glukosa) menghasilkan karbondioksida dan uap air. Ketika mereka mati di permukaan bumi, maka senyawa karbon yang terkandung akan terurai menghasilkan karbondioksida dan air. Akan tetapi, ketika mereka terkubur dalam tanah dan tidak kontak dengan oksigen, maka senyawa karbon yang dikandungnya tidak teroksidasi menjadi karbondioksida dan uap air, akan tetapi sebaliknya, dengan bantuan bakteri tertentu, malah mengalami reduksi menjadi senyawa karbon lain yang dikenal dengan nama minyak bumi.
Minyak bumi tersusun terutama oleh hidrokarbon. Unsur karbon yang terdapat dalam hidrokarbon ini berada dalam bilangan oksidasi terendahnya yaitu -4. Ketika hidrokarbon ini dibakar di udara, maka terjadi perubahan bilangan oksidasi yang sangat drastis, dari -4 pada senyawa hidrokarbon menjadi +4 pada senyawa CO2, yang tentunya disertai pelepasan energi yang sangat besar. Itulah sebabnya mengapa hidrokarbon banyak digunakan sebagai bahan bakar minyak (BBM).

Masalahnya adalah bahwa pembakaran BBM ini menghasilkan senyawa CO2 dan H2O ke udara. Kedua senyawa ini termasuk kelompok gas rumah kaca, yaitu gas yang dapat menaikkan suhu bumi karena mampu menyerap sinar infra merah yang dipantulkan oleh bumi.
Akhir-akhir ini, permasalahan gas rumah kaca ini telah menyibukkan para ilmuwan karena telah berada pada level yang mengkhawatirkan. Betapa tidak, banyaknya gas rumah kaca di atmosfer akan menyebab-kan bencana yang dinamakan pemanasan global. Pemanasan global adalah keadaan dimana terjadi kenaikan suhu bumi di seluruh dunia secara merata. Akibat yang ditimbulkan oleh pemanasan global termasuk mencairnya es di kutub sehingga menyebabkan naiknya permukaan air laut yang pada gilirannya menenggelamkan kota-kota di pinggir pantai. Pemanasan global juga menyebabkan terjadinya perubahan iklim, dimana terjadi kekeringan pada musim penghujan, atau banjir pada musim kemarau. Beberapa bencana yang lain seperti tsunami dan tornado juga diakibatkan oleh pemanasan global.

Perlu diketahui, komponen utama penyusun udara adalah nitrogen (78,08 %), oksigen (20,95 %), dan argon (0,93 %). Ketiga gas ini bukanlah termasuk gas-gas rumah kaca, dan mereka menyusun 99,96 % atmosfer bumi. Sementara itu, salah satu gas rumah kaca yaitu CO2 hanya memiliki kadar sebesar 0,0093 %. Gas-gas rumah kaca yang lain seperti uap air dan metana, jumlahnya lebih sedikit daripada CO2. Itu artinya, pemanasan global dikendalikan oleh gas-gas yang jumlahnya tidak mencapai 0,1 %. Bagaimana hal ini bisa terjadi ?

Jawabannya ada pada sifat gas rumah kaca itu sendiri. Kita ambil contoh CO2. CO2 tidak memberikan pengaruh pada jumlah energi yang diterima oleh bumi dari matahari (energi input), karena CO2 bersifat transparan (tidak menyerap sinar yang dipancarkan oleh matahari). Sebaliknya, CO2 sangat efektif dalam menyerap radiasi infra merah yang dipantulkan kembali oleh bumi (energi output). Itu artinya, energi output (keluaran) dari bumi menuju luar angkasa berkurang sebanding dengan bertambahnya jumlah CO2 bahkan dalam jumlah sedikit pun. Akibatnya, sebagian energi output (dalam bentuk sinar infra merah) menjadi tertahan di bumi sehingga menyebabkan kenaikan suhu bumi.

Yang lebih parah lagi, CO2 memiliki masa tinggal yang sangat lama di udara (sampai 100 tahun).

Nah, sebagai pemuda yang berpendidikan, sudah seharusnya kita untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Untuk mencegah pemanasan global, kita dapat melakukan hal-hal yang sederhana, seperti menghemat pemakaian energi, baik itu energi listrik, maupun energi yang lainnya. Lebih memilih jalan kaki atau bersepeda menuju tempat yang cukup dekat dibandingkan dengan menggunakan motor atau mobil, servis kendaraan secara rutin supaya mesin kendaraan lebih hemat energi, dan tidak membakar sampah. Sampah-sampah organik seperti kertas dan sampah makanan sebaiknya dikubur sehingga dapat menjadi kompos.

Diantara cara sederhana untuk mencegah pemanasan global juga adalah dengan menanam pohon dan tidak merokok. Menanam pohon dapat mengurangi karbondioksida di udara, karena tanaman dapat mengubah karbondioksida menjadi oksigen ketika mereka melakukan fotosintesis.

Sementara itu, merokok dapat menimbulkan pemanasan global karena asap yang dihasilkan mengandung banyak senyawa kimia yang termasuk gas rumah kaca terutama karbondioksida. Sebagaimana kita ketahui, kenaikan sedikit saja kadar karbondioksida di udara, dapat meningkatkan resiko pemanasan global.

Apapun alasan dan dalihnya, merokok tidak memberikan keuntungan apapun. Meskipun baru-baru ini, telah ditemukan alat penyaring rokok yang dapat menangkal radikal bebas yang dihasilkan oleh pembakaran rokok ke dalam tubuh seseorang. Alat penyaring (filter) yang dinamai divine cigarette tersebut diklaim dapat mengurangi bahkan menghilangkan radikal bebas, sehingga tubuh tidak terkena dampak negatif radikal bebas yang dihasilkan oleh rokok.
Pada dasarnya, alat ini bukanlah penemuan yang istimewa, namun justru dapat menimbulkan bencana yang lebih hebat di kemudian hari. Betapa tidak, hal ini karena dua alasan:
Alasan pertama, asap rokok yang dihasilkan oleh pembakaran rokok bukan hanya yang masuk ke dalam tubuh perokok, tapi juga yang keluar dari ujung rokok itu sendiri, dan bagian ini tidak tersaring sama sekali. Itu artinya, potensi radikal bebas yang dihasilkan masih tetap ada.
Alasan kedua, alat penyaring tersebut tidak dapat menghilangkan gas karbondioksida sama sekali, artinya potensi terjadinya penambahan gas karbondioksida pada atmosfer tetap ada. Bahkan potensi jumlah gas karbondioksida yang dilepaskan ke lingkungan bisa bertambah lebih banyak, sebab orang menjadi tidak takut lagi untuk merokok karena sekarang rokok sudah “tidak berbahaya lagi”.
Alasan ketiga, filter rokok yang beredar di Indonesia ternyata mengandung darah babi, seperti yang diberitakan beberapa waktu yang lalu di media-media.
Jadi, penemuan ini merupakan suatu bencana yang seharusnya tidak dilanjutkan, karena akan mengajari orang supaya merokok.
Stop Rokok, apapun alasannya !

@IF'38

Bolehkah mengkonsumsi minuman isotonik secara berlebihan ?


Pada tahun 1965, tim football dari Universitas Florida, The Gators, berpartisipasi dalam sebuah program riset untuk menguji efektifitas ramuan sebuah minuman penambah stamina (sport drink) yang merupakan campuran karbohidrat dan elektrolit. Minuman tersebut digunakan untuk membantu mencegah dehidrasi yang disebabkan oleh kerja keras yang ekstrim di Florida yang beriklim panas. The Gators sukses pada musim tanding tersebut karena mereka mengkonsumsi minuman penambah stamina. Pada tahun 1967, bentuk yang sudah dimodifikasi dari minuman tersebut dipasarkan dengan merk Gatorade.

Selama olahraga (mulai dari ringan sampai berat), glikogen (cadangan glukosa dalam tubuh), dapat mengalami pengurangan dalam waktu 60 sampai 90 menit. Kadar gula darah mengalami penurunan bersamaan dengan digunakannya glikogen, dan asam laktat terbentuk dalam otot sebagai hasil samping metabolisme glukosa (tanpa kehadiran oksigen). Penumpukan asam laktat menyebabkan pegal dan kram otot. Otot juga menghasilkan panas dalam jumlah banyak yang harus dikeluarkan. Air yang memiliki kapasitas kalor yang besar, digunakan untuk menyerap panas tersebut dari otot. Keringat membantu tubuh menjaga suhu agar konstan, namun pengeluaran keringat ini harus dibayar dengan harga yang mahal. Selama latihan intensitas tinggi pada tempat yang beriklim panas dimanapun, sekitar 1 sampai 3 liter air dapat hilang melalui keringat perjamnya. Keluarnya keringat sebanyak 2 % dari keseluruhan massa tubuh (sekitar 1 liter per 50 kg), dapat menyebabkan ketegangan pada jantung, meningkatkan suhu tubuh, dan mengurangi kekuatan. Berlebihnya keringat juga menyebabkan ikut keluarnya ion-ion kalium dan natrium (dua ion terpenting yang terdapat di dalam dan luar sel).

Semua jenis minuman penambah energi mengandung tiga komponen utama, yaitu karbohidrat dalam bentuk gula sederhana seperti sukrosa, glukosa, dan fruktosa ; elektrolit yang termasuk pula ion natrium dan ion kalium ; dan air. Karena ketiga komponen tersebut merupakan komponen yang hilang bersama keringat, maka seharusnya meminum minuman penambah stamina meningkatkan penampilan dan kualitas. Namun, seberapa efektifkah minuman penambah stamina membuktikan janjinya ?

Studi terbaru telah memperlihatkan bahwa atlit yang makan dengan gizi seimbang dan minum cukup air, sama kualitasnya dengan mereka yang mengkonsumsi minuman penambah stamina. Minuman penambah stamina hanya memiliki satu keuntungan diatas air, yaitu rasanya yang lebih enak. Dan jika rasa lebih enak, maka hal tersebut akan meningkatkan konsumsi minuman, sehingga sel tetap “basah” (terhidrasi).

Karena hampir semua minuman penambah stamina memiliki komposisi dan konsentrasi yang mirip, maka rasa merupakan satu-satunya alasan untuk memilih minuman penambah stamina sebagai pengganti air. Jika anda tidak tertarik dengan minuman penambah stamina manapun, minumlah air, karena air lebih sehat, lebih aman, dan lebih murah. Kunci dari kualitas yang prima adalah menjaga agar sel tetap “basah” (terhidrasi).

Sumber : Chemistry 7th edition

@IF'38

Sabtu, 02 Agustus 2014

Hennig Brandt, Penemu Fosfor

Pada sekitar tahun 1669, seorang ahli alkimia yang bernama Hennig Brandt, mengumpulkan urin dan membiarkannya sampai membusuk. Tidak tanggung-tanggung, dia mengumpulkan sekitar 50 ember besar berisi urin. Apa yang menjadi tujuannya ketika dia memanaskan urin? Jawabannya karena keinginannya untuk mencari emas. Tidak heran, karena Brandt merupakan salah satu dari sekian banyak yang percaya bahwa emas bisa dibuat dari logam lain yang lebih murah dengan bantuan api dan air serta udara. Dia berharap dengan menguapkan urin, akan memperoleh emas karena warna urin dan warna emas adalah sama (kuning).
Setelah dibiarkan dalam waktu beberapa hari, ratusan liter urin tersebut kemudian dipanaskan sampai terbentuk pasta. Pasta ini kemudian dipanaskan lebih lanjut menggunakan suhu yang sangat tinggi dan mengalirkan uapnya ke dalam air supaya mengendap menjadi (menurut perkiraannya : emas). Apa yang terjadi kemudian adalah di luar dugaan dan sangat mengecewakannya. Bukannya padatan kuning emas yang dia dapatkan, namun justru padatan putih yang lengket seperti lilin yang dia peroleh. Akan tetapi, yang sedikit menghiburnya adalah bahwa padatan putih ini dapat berpendar (bercahaya) dalam gelap. Dia pun menamai zat ini fosforus (yang berasal dari bahasa latin yang artinya penghasil cahaya). Brandt tidak sadar bahwa dia telah menemukan unsur baru yaitu fosfor, yang di kemudian hari akan menjadi lebih berharga daripada emas.
Biografi Hennig Brandt
Hennig Brandt (1630 – 1710) adalah seorang pedagang dan seorang ahli alkimia yang tinggal di Hamburg, Jerman. Lingkungan ketika Brandt dilahirkan tidaklah diketahui. Beberapa sumber menyebutkan asal usulnya sebagai keluarga yang sederhana yang dibuktikan bahwa dia pernah magang sebagai pembuat gelas ketika masih muda. Akan tetapi, keterangan dari istri keduanya Margaretha, menyatakan bahwa Brandt berasal dari kalangan kelas atas. Setidaknya, dia pernah menjabat sebagai opsir tentara junior selama Perang Tiga Puluh Tahun. Akan tetapi, dia kemudian meninggalkan militer dan mengejar alkimia karena terobsesi ingin mencari emas. Dia menghabiskan maskawin istri pertamanya untuk obsesinya ini.
Seperti halnya para ahli alkimia pada waktu itu, Brandt juga seorang yang sedang mencari “batu filosofis”, suatu zat yang pada intinya berusaha mengubah logam murah (seperti timbal), menjadi emas. Pada waktu istri pertamanya meninggal, dia telah menghabiskan uang istrinya untuk pencarian ini. Dia kemudian menikahi istri keduanya Margaretha, seorang janda kaya yang mengizinkan uangnya digunakan oleh Brandt untuk terus melakukan risetnya.
Seperti halnya para ahli alkimia sebelumnya, dia tertarik dengan air (H2O) dan mencoba untuk menggabungkan air dengan berbagai macam material lain, dalam ratusan macam kombinasi. Sebagai contoh, dia pernah mencoba resep dalam sebuah buku 400 Auserlensene Chemiche Process oleh F.T. Kessler dari Strasbourg dengan menggunakan alum (alumunium sulfat), salpeter (kalium nitrat), dan urin pekat untuk mengubah logam murah menjadi perak (suatu resep yang ternyata tidak berhasil).
Pada tahun 1669, dia memanaskan sisa dari urin yang sudah dididihkan di atas pemanas sampai labunya menjadi merah menyala, dimana semua asap putih langsung memenuhinya dan cairan keluar, terbakar menjadi kobaran api. Dia dapat mengisolasi cairan ke dalam wadah dan menutupinya, di mana cairan tersebut kemudian memadat dan terus menghasilkan nyala yang berwarna hijau pucat.
Brandt menjaga penemuannya tetap rahasia, sebagaimana halnya para ahli alkimia pada waktu itu, dan terus melakukan percobaan untuk mengubah fosfor menjadi emas yang ternyata tidak berhasil.
Resep yang dia buat untuk mengubah urin menjadi fosfor adalah :
mendidihkan urin sampai didapatkan larutan sirup pekat
pemanasan urin pekat dilanjutkan sampai minyak merahnya terdistilasi, dan bagian yang tidak menguap disimpan
selanjutnya, apa yang tersisa dibiarkan untuk mendingin. Komposisi sisa ini terdiri dari buih berwarna hitam di bagian atas dan garam di bagian bawahnya
bagian garam kemudian dibuang. Minyak merah kemudian dicampur dengan buih yang berwarna hitam
campuran ini kemudian dipanaskan dengan kuat selama 16 jam
selama pemanasan, asap putih mula-mula akan keluar, kemudian minyak, kemudian fosfor
fosfor kemudian dapat dimasukkan ke dalam air dingin supaya membeku 
Reaksi kimia yang ditemukan secara tidak sengaja oleh Brandt adalah sebagai berikut. Urin mengandung ion fosat (yang terdapat dalam bentuk natrium fosfat (Na3PO4)), dan berbagai senyawa organik (yang mengandung karbon). Di bawah pemanasan kuat, oksigen dari fosfat bereaksi dengan karbon untuk menghasilkan karbonmonoksida (CO), sehingga yang tersisa adalah unsur fosfor (P), yang keluar sebagai gas. Fosfor terkondensasi sebagai cairan di bawah 280 oC dan kemudian memadat (menjadi fosfor putih) di bawah 44 oC (bergantung pada kemurnian). Inti dari reaksi ini masih digunakan sampai hari ini, namun dengan sumber yang berbeda yaitu bijih fosfat (menggantikan urin), kokas (untuk sumber karbon menggantikan senyawa karbon organik), dan pemanas listrik (menggantikan pemanasan kuat).
Proses Brandt menghasilkan lebih sedikit fosfor daripada yang seharusnya bisa diperoleh. Bagian garam yang dia buang sebenarnya mengandung fosfat lebih banyak. Dia menggunakan sekitar 5500 liter urin untuk menghasilkan hanya 120 gram fosfor. Seandainya dia mengolah kembali semua residunya, maka dia dapat memperoleh hasil yang lebih banyak lagi (1 liter urin manusia mengandung sekitar 1,4 gram garam fosfat, atau sekitar 0,11 gram fosfor putih murni). Jadi, 5500 liter urin seharusnya menghasilkan 600 gram fosfor murni (5 kali lipat).
Dengan penemuan fosfor ini, Hennig Brand menjadi ilmuwan yang pertama kali menemukan unsur. Brand menyebut zat yang telah dia temukan sebagai “api dingin” karena dapat menghasilkan cahaya dalam gelap malam. Brand adalah seorang ahli alkimia, dan seperti para ahli alkimia yang lain, sangat merahasiakan formulanya.
Akan tetapi, beberapa tahun kemudian, Robert Boyle (1680) sukses membuat fosfor dari urin. Apa penyebabnya ?
Meskipun Brandt tidak mempublikasikan metodenya, namun karena membutuhkan uang dan tidak tahu bagaimana cara memanfaatkan fosfor, dia menjual rahasianya kepada kimiawan Jerman Johann Daniel Kraft dan Kunckel von Lowenstern. Untuk mencari tambahan uang lainnya, Brand memberikan rahasianya kepada Gottfried Wilhelm Leibniz, yang terkenal sebagai penemu kalkulus.
Krafft kemudian memamerkan fosfor di beberapa pameran di seluruh eropa. Akibatnya, rahasia pembuatan fosfor dari urin pun bocor sehingga Johan Kunckel dari Swedia berhasil membuat urin dengan cara yang sama pada tahun 1678. Dua tahun kemudian, Robert Boyle dari Inggris, juga berhasil mengisolasi fosfor dari urin dengan hasil yang lebih baik. Dia memperbaiki apa yang telah dilakukan Brandt dengan menambahkan pasir ke dalam prosesnya. Proses ini terbukti lebih baik daripada yang dilakukan oleh Brandt, karena dengan menambahkan pasir, fosfor dari urin dapat diekstrak seluruhnya.
Melangkah lebih jauh, Robert Boyle kemudian mencampurkan fosfor dengan sulfur dengan perbandingan 1 : 16. Hasilnya menakjubkan, dia dapat membuat api dari campuran ini, yang kemudian menjadi cikal bakal dari korek api pada masa kini.
Kini, fosforus memiliki banyak penggunaan, mulai dari sebagai pupuk (fosfat), korek api, sampai bom. Terbukti,
Brandt telah menemukan dengan tidak sengaja, sebuah unsur baru, unsur yang dapat menghasilkan api, fosfor. Dia mengharapkan kekayaan dan ketenaran dari penemuannya, namun dia tidak menyadari bahwa dia telah menemukan ide dan gagasan yang fundamental, bahwa unsur dapat ditemukan dalam dunia yang tersembunyi. 


@IF'38

Apakah Sinyal Ponsel Membahayakan Kesehatan ?

 
Sinyal dari ponsel (telepon genggam atau telepon seluler) merupakan sebentuk gelombang mikro yang memiliki panjang gelombang sekitar 1 mm. Riset tentang gelombang mikro dimulai pada era perang dunia II ketika kebutuhan akan alat yang dapat mendeteksi pesawat tempur musuh pada jarak yang jauh di malam hari, merupakan suatu hal yang sangat penting untuk pertahanan tentara sekutu.

Kemampuan gelombang mikro untuk memasak makanan pertama kali disadari melalui jalan yang mengerikan pada tahun 1945. Pada waktu itu, para tentara yang sedang mengoperasikan peralatan radar, bereksperimen dengan peralatan berdaya tinggi untuk memungkinkan komunikasi pada jarak yang lebih jauh. Mereka memperhatikan bagaimana eksperimen tersebut terjadi bersamaan dengan jatuhnya burung mati ke tanah. Observasi mendetail pada bangkai burung tersebut, menunjukkan bahwa burung tersebut terpanggang, atau setidaknya setengah matang. Energi gelombang mikro memasak daging meskipun secara tidak disengaja.

Kemungkinan gelombang mikro memiliki potensi bahaya bagi kesehatan telah diteliti secara luas, dan banyak perhatian diberikan untuk mengoptimalkan peralatan yang mengandung gelombang mikro yang tidak berbahaya bagi manusia, salah satunya adalah oven microwave. Jadi, sekarang kita tahu bahwa oven microwave tidak berbahaya bagi manusia.

Telepon teknologi terbaru yang kita kenal dengan telepon seluler (HP), mentransmisikan pesan lisan dan tulisannya melalui gelombang mikro, sehingga menimbulkan rumor yang luas bahwa telepon seluler dapat menyebabkan telinga penggunanya “terpanggang” seperti kue yang masuk ke dalam oven microwave. Terlalu sedikit riset yang telah dilakukan untuk mengklarifikasi hal tersebut, sehingga situasinya masih belum ada penyelesaian.

Memang, konsumsi energi dari telepon seluler sangatlah kecil dibandingkan dengan pada oven microwave (1 Watt untuk telepon seluler berbanding 200 – 1000 Watt untuk oven microwave). Namun banyak tanda-tanda yang membuat gelisah, yaitu bahwa pemakaian telepon seluler bersifat addiktif (menimbulkan kecanduan). Beberapa peneliti menduga bahwa penyebab terjadinya kecanduan adalah karena perubahan kecil pada bagian otak sebelah dalam akibat terpanggangnya kelenjar kecil yang tertanam disana. Sebagian lagi memilih penjelasan yang lebih bersifat psikologis dan sosiologis.

Sementara sebagian peneliti menyatakan bahwa telepon seluler cukup aman, sebagian yang lain menyatakan bahwa hal tersebut cukup berbahaya. Sebagai kesimpulan, tidak seperti halnya dengan oven microwave yang telah disepakati keamanannya (jika digunakan dengan tepat), banyak laporan medis sekarang menyarankan agar kita mencoba untuk tidak berkomunikasi melalui telepon seluler terlalu sering.

Sumber : Physical Chemistry, Understanding Our Chemical World

@IF'38

Jumat, 01 Agustus 2014

Ilmu Kimia dalam Kehidupan

http://chem-misteri.blogspot.com/2014/08/ilmu-kimia-dalam-kehidupan.html
Ilmu kimia adalah ilmu yang memiliki hubungan sangat erat dengan kehidupan manusia. Sampai-sampai ada buku yang berjudul : Chemistry, The Central Science.

Kedekatan hubungan ini bisa kita buktikan secara sederhana. Contohnya adalah makanan, minuman, dan udara yang kita hirup. Makanan tentu saja mengandung bahan kimia yang bervariasi mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dll semuanya merupakan bahan kimia.

Minuman kita yang paling utama dan paling baik adalah air. Air memiliki rumus kimia H2O, suatu senyawa yang paling banyak dipelajari dan digunakan oleh para ilmuwan kimia.

Sementara itu, udara yang kita hirup adalah oksigen (O2), juga merupakan salah satu unsur yang paling penting dalam kehidupan kita. 

Singkatnya, tidak ada ruginya kita belajar kimia, karena dengan mengetahui ilmu kimia, kita akan semakin mensyukuri Nikmat Allah kepada kita, dan juga kita dapat menghindari dari keburukan bahan-bahan kimia yang ada di sekitar kita.

Nah, itu saja mungkin sobat chem, pengantar kita kali ini, semoga kita semakin semangat untuk belajar kimia.

Selamat Belajar kimia

@IF"38