Sabtu, 02 Agustus 2014

Apakah Sinyal Ponsel Membahayakan Kesehatan ?

 
Sinyal dari ponsel (telepon genggam atau telepon seluler) merupakan sebentuk gelombang mikro yang memiliki panjang gelombang sekitar 1 mm. Riset tentang gelombang mikro dimulai pada era perang dunia II ketika kebutuhan akan alat yang dapat mendeteksi pesawat tempur musuh pada jarak yang jauh di malam hari, merupakan suatu hal yang sangat penting untuk pertahanan tentara sekutu.

Kemampuan gelombang mikro untuk memasak makanan pertama kali disadari melalui jalan yang mengerikan pada tahun 1945. Pada waktu itu, para tentara yang sedang mengoperasikan peralatan radar, bereksperimen dengan peralatan berdaya tinggi untuk memungkinkan komunikasi pada jarak yang lebih jauh. Mereka memperhatikan bagaimana eksperimen tersebut terjadi bersamaan dengan jatuhnya burung mati ke tanah. Observasi mendetail pada bangkai burung tersebut, menunjukkan bahwa burung tersebut terpanggang, atau setidaknya setengah matang. Energi gelombang mikro memasak daging meskipun secara tidak disengaja.

Kemungkinan gelombang mikro memiliki potensi bahaya bagi kesehatan telah diteliti secara luas, dan banyak perhatian diberikan untuk mengoptimalkan peralatan yang mengandung gelombang mikro yang tidak berbahaya bagi manusia, salah satunya adalah oven microwave. Jadi, sekarang kita tahu bahwa oven microwave tidak berbahaya bagi manusia.

Telepon teknologi terbaru yang kita kenal dengan telepon seluler (HP), mentransmisikan pesan lisan dan tulisannya melalui gelombang mikro, sehingga menimbulkan rumor yang luas bahwa telepon seluler dapat menyebabkan telinga penggunanya “terpanggang” seperti kue yang masuk ke dalam oven microwave. Terlalu sedikit riset yang telah dilakukan untuk mengklarifikasi hal tersebut, sehingga situasinya masih belum ada penyelesaian.

Memang, konsumsi energi dari telepon seluler sangatlah kecil dibandingkan dengan pada oven microwave (1 Watt untuk telepon seluler berbanding 200 – 1000 Watt untuk oven microwave). Namun banyak tanda-tanda yang membuat gelisah, yaitu bahwa pemakaian telepon seluler bersifat addiktif (menimbulkan kecanduan). Beberapa peneliti menduga bahwa penyebab terjadinya kecanduan adalah karena perubahan kecil pada bagian otak sebelah dalam akibat terpanggangnya kelenjar kecil yang tertanam disana. Sebagian lagi memilih penjelasan yang lebih bersifat psikologis dan sosiologis.

Sementara sebagian peneliti menyatakan bahwa telepon seluler cukup aman, sebagian yang lain menyatakan bahwa hal tersebut cukup berbahaya. Sebagai kesimpulan, tidak seperti halnya dengan oven microwave yang telah disepakati keamanannya (jika digunakan dengan tepat), banyak laporan medis sekarang menyarankan agar kita mencoba untuk tidak berkomunikasi melalui telepon seluler terlalu sering.

Sumber : Physical Chemistry, Understanding Our Chemical World

@IF'38

0 komentar:

Posting Komentar