Jumat, 05 September 2014

Bolehkah mengkonsumsi minuman isotonik secara berlebihan ?


Pada tahun 1965, tim football dari Universitas Florida, The Gators, berpartisipasi dalam sebuah program riset untuk menguji efektifitas ramuan sebuah minuman penambah stamina (sport drink) yang merupakan campuran karbohidrat dan elektrolit. Minuman tersebut digunakan untuk membantu mencegah dehidrasi yang disebabkan oleh kerja keras yang ekstrim di Florida yang beriklim panas. The Gators sukses pada musim tanding tersebut karena mereka mengkonsumsi minuman penambah stamina. Pada tahun 1967, bentuk yang sudah dimodifikasi dari minuman tersebut dipasarkan dengan merk Gatorade.

Selama olahraga (mulai dari ringan sampai berat), glikogen (cadangan glukosa dalam tubuh), dapat mengalami pengurangan dalam waktu 60 sampai 90 menit. Kadar gula darah mengalami penurunan bersamaan dengan digunakannya glikogen, dan asam laktat terbentuk dalam otot sebagai hasil samping metabolisme glukosa (tanpa kehadiran oksigen). Penumpukan asam laktat menyebabkan pegal dan kram otot. Otot juga menghasilkan panas dalam jumlah banyak yang harus dikeluarkan. Air yang memiliki kapasitas kalor yang besar, digunakan untuk menyerap panas tersebut dari otot. Keringat membantu tubuh menjaga suhu agar konstan, namun pengeluaran keringat ini harus dibayar dengan harga yang mahal. Selama latihan intensitas tinggi pada tempat yang beriklim panas dimanapun, sekitar 1 sampai 3 liter air dapat hilang melalui keringat perjamnya. Keluarnya keringat sebanyak 2 % dari keseluruhan massa tubuh (sekitar 1 liter per 50 kg), dapat menyebabkan ketegangan pada jantung, meningkatkan suhu tubuh, dan mengurangi kekuatan. Berlebihnya keringat juga menyebabkan ikut keluarnya ion-ion kalium dan natrium (dua ion terpenting yang terdapat di dalam dan luar sel).

Semua jenis minuman penambah energi mengandung tiga komponen utama, yaitu karbohidrat dalam bentuk gula sederhana seperti sukrosa, glukosa, dan fruktosa ; elektrolit yang termasuk pula ion natrium dan ion kalium ; dan air. Karena ketiga komponen tersebut merupakan komponen yang hilang bersama keringat, maka seharusnya meminum minuman penambah stamina meningkatkan penampilan dan kualitas. Namun, seberapa efektifkah minuman penambah stamina membuktikan janjinya ?

Studi terbaru telah memperlihatkan bahwa atlit yang makan dengan gizi seimbang dan minum cukup air, sama kualitasnya dengan mereka yang mengkonsumsi minuman penambah stamina. Minuman penambah stamina hanya memiliki satu keuntungan diatas air, yaitu rasanya yang lebih enak. Dan jika rasa lebih enak, maka hal tersebut akan meningkatkan konsumsi minuman, sehingga sel tetap “basah” (terhidrasi).

Karena hampir semua minuman penambah stamina memiliki komposisi dan konsentrasi yang mirip, maka rasa merupakan satu-satunya alasan untuk memilih minuman penambah stamina sebagai pengganti air. Jika anda tidak tertarik dengan minuman penambah stamina manapun, minumlah air, karena air lebih sehat, lebih aman, dan lebih murah. Kunci dari kualitas yang prima adalah menjaga agar sel tetap “basah” (terhidrasi).

Sumber : Chemistry 7th edition

@IF'38

0 komentar:

Posting Komentar